Tag Archives: dampak negatif mbg

Dampak MBG terhadap Beban Kerja Guru di Sekolah

Pelaksanaan MBG dapat menambah beban kerja guru melalui pembagian makanan, pendataan siswa, pengawasan, dan pengelolaan sampah.

Dampak MBG terhadap Beban Kerja Guru di Sekolah

Guru memiliki tugas utama merencanakan pembelajaran, mengajar, menilai perkembangan siswa, dan mendampingi kegiatan pendidikan. Namun, pelaksanaan Program toto slot apk Gratis dapat menambah pekerjaan baru apabila pembagian makanan tidak didukung petugas khusus.

Ombudsman Republik Indonesia menemukan bahwa distribusi makanan MBG di sejumlah sekolah belum tertib dan masih membebani guru. Persoalan sumber daya manusia, keterlambatan honorarium, serta beban kerja guru dan relawan juga termasuk dalam catatan evaluasi program.

Tugas Tambahan di Luar Pembelajaran

Dalam pelaksanaannya, guru dapat diminta mendata penerima, memeriksa jumlah paket, mengatur antrean, mengawasi siswa saat makan, menangani makanan yang tersisa, dan mengembalikan wadah.

Guru juga harus memperhatikan siswa yang memiliki alergi, pantangan makanan, atau kondisi kesehatan tertentu. Apabila terdapat keterlambatan distribusi, jadwal pembelajaran dapat berubah dan guru harus menyesuaikan kegiatan kelas secara mendadak.

Pekerjaan tersebut terlihat sederhana, tetapi dapat menjadi berat apabila dilakukan setiap hari oleh jumlah guru yang terbatas. Waktu yang seharusnya digunakan untuk menyiapkan materi atau mendampingi siswa akhirnya tersita oleh kegiatan operasional.

Risiko Menurunnya Fokus Mengajar

Penambahan tugas administratif dapat menyebabkan kelelahan dan menurunkan konsentrasi tenaga pendidik. Dalam jangka panjang, kualitas pembelajaran berisiko terdampak apabila sekolah tidak memperoleh dukungan tenaga distribusi yang memadai.

MBG seharusnya mendukung pendidikan, bukan mengalihkan guru dari fungsi utamanya. Oleh sebab itu, pembagian tugas perlu dibuat secara jelas antara SPPG, petugas distribusi, sekolah, dan pemerintah daerah.

Petugas khusus dapat menangani penerimaan, pembagian, kebersihan, serta pencatatan makanan. Guru cukup mendampingi siswa sebagai bagian dari pendidikan kebiasaan makan sehat.

Dengan pembagian tanggung jawab yang tepat, manfaat program dapat diterima siswa tanpa mengurangi waktu dan kualitas pembelajaran di kelas.